Cerita Rakyat Desa
Senai Kecematan Hulu Gurung Kabupaten Kapuas Hulu Dan Bahasa Senai
Kampung
senai dikelilingi oleh bukit-bukit (bukit Semarai,bukit Rajau dan Bukit
Tunggal),konon katanya dibukit semarai ada dua buah Intan sebesar buah Labu Siam
dan dijaga oleh penunggu disebut oleh masyarakat Senai(Pantak Penyolin) ,Pantak
Penyolin juga menjaga kampung Senai dari segala bencana dan bahaya.di bukit
semarai juga terdapat batu yang menyerupai Rusa batu Rusa adalah seorang
manusia yang dikutuk karna dia menertawakan binatang ,batu Rusa telinganya
masih seperti telinga Manusia lengkap dengan anting-antingnya.di tepi jalan
arah menuju bukit Semarai ada batu yang bentuknya menyerupai Rumah batu
tersebut adalah (Batu Begayang).awal cerita batu begayang adalah pada masa itu
masyarakat masih merayakan gawai dayak dan mereka memasang seekor anjing dengan
baju dan menertawakannya sebagai hiburan tidak lama kemudian terjadilah
angin,badai,petir dan rumah tempat mereka merayakan gawai dayak berubah menjadi
batu.di Bukit semarai juga ada batu putih yang bentuknya seperti kapal batu ini
disebut masyarakat senai dengan Temilas,konon katanya jika batu ini dicabut
akan keluar air dari dasar bukit semarai dan kampung senai akan
tenggelam.sebelum kita kebukit semarai jika melewati gang semarak ada melewati
sungai ,nama sungai tersebut adalah Pantai Senai kenapa diberi nama pantai
senai karna air sangat jernih dan pasir berwarna putih dan disitu ada kayu yang
namanya(Barau Balit)jika orang sudah kekampung senai pasti ingin kesenai lagi kayu
barau balit itulah katanya bikin orang akan rindu kampung senai.kata masyarakat
senai jika kita belum kesungai pantai senai dan belum mandi disungai maka kita
belum datang kesenai,dari nama sungai pantai senai itulah yang diambil untuk
menamai menjadi kampung Senai.
Di
kampung senai juga ada bukit Rajau yang terletak di arah Selatan kampung senai,dibukit
rajau tidak ada cerita seperti bukit Semarai dan Tunggal,dibukit Rajau terdapat
kekayaan alam yang berlimpah ,seperti buah- buahan (Durian,Manggis,Pelam,Rambutan,Raba,Kemayung,Empakan,puak).selain
dari buah Durian ,Manggis,Pelam dan Rambutan. itu adalah nama buah-buahan yang
ada di kampung Senai.jika musim buah Raba masyarakat senai akan mengambilnya
secara bersama-sama buah Raba hanya bisa
sebagai rujak tidak bisa disayur isi buah raba jika sudah masak berwarna kuning
dan kulitnya berwarna merah,buah Kemayung mirip dengan buah salak tpi rasanya
sedikit berbeda denagan salak rasanya agak pahit bisa juga disebut sebagai
salak hutan,buah Empakan adalah buah yang mirip Durian isi buah Empakan masih
muda berwarna kuning pucat jika sudah masak
atau sudah tua akan berwarna orange dan rasa manis tidak seperti
Durian,buah Puak kulitnya tebal berwarna coklat muda dan isi nya berwarna putih
bentuknya sama seperti buah Manggis.dari bukit Rajau masyarakat mengambil air
bersih dibuat bendungan di sungai Epian Unang
dan dialiri keperumahan penduduk dan dialiri kesawah,karna sawah
masyarakat Senai ditengah-tengah kampung.
Bukit
Tunggal terletak di arah barat kampung Senai dibukit tunggal ada air terjun
yang disebut Gurung Pusaka Tunggal di Gurung Pusaka Tunggal mengandung cerita
disitu ada telaga yang dinamakan telaga dua hati karena ada satu keluarga yang
tinggal didaerah air terjun didalam keluarga terdiri dari empat orang suatu
hari mereka berjalan ke arah bukit Tunggal kedua anaknya sesat dan terpisah
dari ibu dan ayahnya duduklah kedua anak diatas batu dekat telaga menunggu
orang tuanya sampai mereka ketemu lagi karna penantian dan kesabaran mereka dan
ikatan batin orang tua keanaknya akhirnya mereka bertemu dan dapat berkumpul
kembali dari situlah dinamakan telaga Dua hati hati orang Tua dan
Anaknya.Gurung Pusaka Tunggal sekarang menjadi objek wisata yang dikelola oleh
organisasi pemuda pemudi Senai yang dinamakan BP3D.
Di
senai juga terdapat lobang yang besar seperti sumur yang dinamakan Lobang
Guntur didalam Lobang Guntur ada sepasang Naga atau Gana atau Nabau dalam
bahasa Senai.Dan sungai Ebian disungai tersebut ada Ular besar yang biasa
disebut masyarakat Senai dengan Nabau,asal mula seekor ular itu adalah manusia
seorang wanita yang berparas cantik jelita,wanita ini tidak keluar kamar selama
satu bulan dia hanya dikamar makan,minum, apapun kebutuhan dasar manusia
seperti biasanya dia lakukan dikamar semua,mungkin ini seperti bertapa didalam
bahasa Senai biasa disebut(Dumung)saat dumung tersebut wanita ini selala
berlulur menggunakan bedak cap Nyonya yang berwarna Putih dalam bahasa Senai
melakukan hal seperti ini dinamakan (Bekasai).bekasai sudah menjadi kebiasaan
calon pengantin putri sebelum duduk berdamping dengan calon suami , bekasai
dilakukan dari pagi sampai sore hari dan pantangan dalam bekasai tidak boleh
melihat cermin karna dapat menghilangkan cahaya kecantikan dibadan,di saat
bekasai harus makan isi buah kelapa tua dicampur gula pasir supaya badan
berlemak seperti buah kelapa dan manis seperti gula pasir serta putih seperti
gula,bekasai juga dapat menambah warna kulit menjadi putih,halus,mulus,serta
mengangkat sel-sel kulit mati.bukan hanya untuk seorang calon pengantin putri
tapi bekasai juga bisa dilakukan setiap hari oleh semua perempuan.disuatu hari
wanita yang telah Dumung dikamar selama satu bulan dia keluar dan mandi
kesungai Ebian lalu meluncurlah dia kedalam sungai untuk berenang dan tidak
muncul lagi kulit wanita tersebut sangat putih sandingan masyarakat Senai untuk
menyebut orang yang putih adalah “Ubi Kusik” yang dalam bahasa Indonesia
berarti Singkong Dikupas.penyebab seorang wanita tidak pulang lagi karna telah
diambil oleh ular yang jadi penunggu sungai Ebian.
BAHASA SEHARI-HARI
KAMPUNG SENAI
aku= saya
nuan= kamu
mani`= mandi
kinun= kesana
kituk= kesini
kemona= kemana
betungak= bercanda
birang= marah
nyangkak= banyak
podih= sakit
mar= susah
suah= bosan
nosah= jangan
jijal= nakal
padah= bilang
ngogak= mencari
usit= jalan-jalan
kebirang= dimarahin
lomau= malas
lopa= capek
sonik= kecil
kanau= bertamukerumah orang
betomu= berjumpa
sebila= kapan
kinih= sekarang
nanak= nanti
setogal= sebentar
tangui= caping
tajung = sarung
kumuk= selimut
tabin= dingin
angat= gerah
domam=demam
remak= hutan
tilam= kasur
enayam= senang
isau= parang
sikin= pisau
notak= memotong
betogak= istirahat
pampuk= nyuci pakaian
basuk= nyuci piring dan alat dapur
cawan= gelas
pingan= piring
suduk= sendok
sampau= periuk
danang= panci
garik= kain lap
mangkuk= mangkok
buma= beladang
galai= baring
tingkap= tengkurap
merapi= masak nasi
engkayuk= masak sayur
rompai= sayur
penopas= penyapu
sebila= kapan
tugak= sering
nomu= menemukan
idup= hidup
padam= mati
kangap= gelap
betogak= istirahat
baka= rupa atau bentuk
gauk= menyayangi
probak= kangenang
renu= rindu
betomu= berjumpa
ejat= jelek
lawar= cantik
awas= baik(untuk
memuji sesorang)
sunyik= sepi
ngasa= merasakan
sangkut =menyangkut
nobas= menebas
ligas= cepat
taruh= disimpan
daik= disungai
nacah= kenapa
nesik= tidak ada
nyaruk= bisa
konyang=kenyang
stogal= sebentar
blubah= pelan-pelan
ningkau= memanggil
bingan= bersuara
timpuk= lempar
senal= sendal
epiah= songkok
sengkena= mukena
ebuk= rambut
kuit= bangun
tiduk= tidur
napan= belum
berugung= bertumpuk
nyosal= menyesal
tangki= ember
kalin= baskom
dangar= untuk mengira atau untuk mengira berupa barang atau
benda dapat dihitung
kemaik= kemaren
gemai= sore
potang= pagi-pagi
akai= aduh
sunyik= sepi
manuk= ayam
bibit= bebek
reyan= durian
sikup= manggis
limau= jeruk
kelutuk= rambutan
entimun=mentimun
torung= terong
barik= dahulu
entama= mengobati
nyemait= memperbaiki
ngimai= ikut
nesik= tidak ada
bulih= mendapatkan
sungkak= tertusuk
tanah kolang= halaman rumah
sidak= mereka
etabun= pingsan
korin= keras
lomah= lembut
sikuk= seekor
rampa= ragu
lawas=terang
emuka ari= mendung
mamau= pikun
konak= benar
pakuk= pakis
rotak=kacang panjang
bolah= pecah
bamam= lebam
engkuis= kelengkeng
nyiur= kelapa
kulat= jamur
manak= berharap
amuh= barang
jungkar= selasar
pongkal= gubuk
langkau= rumah
jokuk= katanya
talah= bisa
bisa= pedas
melopus= menjamah
migang= memegang
dekat= dampin
ninga= dengar
konas= nanas
encukung= jongkok
ngasa=merasakan
dumpit= dompet
eboli= belanja
boras= beras
kumpur= kompor
sekulah= sekolah
sanak tua= sepupu
menyadik= saudara
umak= ibu
apak= ayah
ai= kakek
inik= nenek
anak menyadik= keponakan
gegigit= geram
kibut= gigit
jamang= pegang
putit= gumpul
ropas= sampah
songah= flu
suram= pusing
kobat= dikat
kait= digantung
lawang= pintu
lawak= jendela
lalu= lewat
todik= tadik
dulih= dilepas
damik= diambil
kampung
Senai menggunakan logat bahasa yang lembut sehingga diistilahkan bahasa
selembut salju,mendapat julukan kampung dalam bukit karna dikelilingi bukit
,kota pisang karna banyak pisang dan menjual kedaerah lain tidak pernah
kekurangan,kampung buah semua buah ada disenai biasanya orang dari daerah lain
akan berkunjung dan nginap disenai untuk mengambil buah jika musim durian ada
yang disebut( kelokak) adalah tempat pokok durian milik masyarakat bersama.kampung
Senai sekarang menjadi “ T ani Makmur”
karena hasil alam yang berlimpah ruah
dan segala kekayaan hutan,tumbuhan,buah-buahan ada diSenai .













